Dusun Legetang
Dukuh Legetang adalah sebuah daerah di lembah pegunungan
Dieng, sekitar 2 km ke utara dari kompleks pariwisata Dieng Kabupaten
Banjarnegara. Dahulunya masyarakat dukuh Legetang adalah petani-petani yang
sukses sehingga kaya. Berbagai kesuksesan duniawi yang berhubungan dengan
pertanian menghiasi dukuh Legetang. Misalnya apabila di daerah lain tidak panen
tetapi mereka panen berlimpah. Kualitas buah/sayur yang dihasilkan juga lebih
dari yang lain. Namun barangkali ini merupakan “istidraj” (disesatkan Allah dengan
cara diberi rizqi yang banyak dan orang tersebut akhirnya makin tenggelam dalam
kesesatan).
Masyarakat dukuh Legetang umumnya
ahli maksiat dan bukan ahli bersyukur. Perjudian disana merajalela, begitu pula
minum-minuman keras (yang sangat cocok untuk daerah dingin). Tiap malam mereka
mengadakan pentas Lengger (sebuah kesenian yang dibawakan oleh para penari
perempuan, yang sering berujung kepada perzinaan). Anak yang kawin sama ibunya
dan beragam kemaksiatan lain sudah sedemikian parah di dukuh Legetang.
Pada suatu malam turun hujan yang
lebat dan masyarakat Legetang sedang tenggelam dalam kemaksiatan. Tengah malam
hujan reda. Tiba-tiba terdengar suara “buum”, seperti suara benda yang teramat
berat berjatuhan. Pagi harinya masyarakat disekitar dukuh Legetang yang
penasaran dengan suara yang amat keras itu menyaksikan bahwa Gunung
Pengamun-amun sudah terbelah (bahasa jawanya: tompal), dan belahannya itu
ditimbunkan ke dukuh Legetang.
Dukuh Legetang yang tadinya
berupa lembah itu bukan hanya rata dengan tanah, tetapi menjadi sebuah gundukan
tanah baru menyerupai bukit. Seluruh penduduknya mati.
Kota
Pompeii,Italia
Perjalanan
panjang peradaban dunia memuat jutaan kisah tentang pelajaran hidup. Ada kisah
yang penuh suka, ada pula yang berbalut duka. Satu kisah miris tentang sebuah
Kota yang seketika hancur dalam satu malam karena amukan bencana ternyata bukan
menjadi cerita dongeng semata.
Kisah
yang melegenda itu berasal dari negeri Italia. Hilang dan terkuburnya Kota
Pompeii adalah cerita yang patut direnungkan. Bukti sejarah terkuburnya Pompeii
nyata adalah bukti kota yang seketika diazab oleh Sang pemilik kehidupan, kota
yang hancur dan tenggelam hanya dalam hitungan malam.
Kala
itu, matahari yang makin meninggi bukan menjadi awalan hari bagi ribuan
penduduk Kota Pompeii. Kota yang megah di kaki Gunung Api Vesuvius itu belum
sepenuhnya terbangun, mereka masih terlelap seelah menghabiskan malam dengan
pesta pora, perayaan, dan ingar bingar tanpa henti.
Pada
masanya, layaknya Kota Las Vegas di masa kini. Kehidupan gemerlap malam,
kegilaan duniawi, arak, alkohol, seks, dan semua jenis candu luluh dalam deru
nafas dan aliran darah penduduk Kota Vesuvius. Setiap malamnya mereka berpesta,
kekayaan dan kemegahan Kota Pompeii melelapkan mereka dari segala kewajiban
pekerjaan dan mencari nafkah.
Namun,
di siang itu, kalender Masehi mencatatkan tanggal 24 Agustus tahun 79 Masehi.
Sejarah Kota Pompeii yang melegenda karena gemerlap malamnya nampak masih
tertidur dalam kelelahan usai pesta. Dalam sekejap, bumi bergetar hebat,
guncangan menghentak semua penduduk dan membangunkan mereka yang masih termabuk
oleh kerasnya alkohol. Semua yang diam seketika berguncang.
Tak
sampai semenit, guncangan berubah menjadi gemuruh dahsyat dari puncak Gunung
Vesuvius. Gunung api itu ternyata sedang terbangun. Dapur magmanya yang besar
sedang mendidih, bersiap memuntahkan isinya melalui celah sempit kawahnya.
Sementara itu, di Kota Pompeii seluruh bangunan yang rapuh, berikut
patung-patung besar berpose mesum, rumah bordil semi permanen, arena gladiator
yang dipakai berjudi, serta gedung teater rubuh seketika.
Dilansir
dari laman BBC, Pliny seorang pejabat dari Romawi yang selamat dari bencana
Kota Pompeii menuliskan kisah di hari itu lewat coretan surat-surat peninggalan
bersejarah, Ia mengisahkan, setelah bunyi gemuruh dari Vesuvius, Orang Pompeii
tumpah ke jalan dalam pandangan kosong tak mengerti apa yang sedang terhadi.
Dalam
sekejap, Gunung Vesuvius pun meletus. Memuntahkan semua isi perutnya pada suhu
puncak didih. Batuan vulkanik, pasir, debu, aliran prioklastik, hingga lava
yang merah mendidih seketika meluber dari mulut kawah. Mengalir deras ke arah
Kota Pompeii. Letusan yang berlangsung seharian itu pun tak bisa dibendung sama
sekali, terjadi berjarak hanya sekian kilometer dari puncak Vesuvius tak bisa
mengelak sama sekali dari derasnya bencana letusan Gunung Vesuvius.
Akhirnya,
Kota maksiat itu pun terkubur total. Sejarah mencatat ada 20.000 jiwa warga
yang terjebak dalam bencana dahsyat Vesuvius. Lahar panas yang mengalir deras
menghanguskan seluruh Kota Pompeii hanya dalam satu hari. Mengenggelamkan kota
itu hingga sedalam tiga meter. Sejak bencana itu, Kota Pompeii pun hilang dalam
peradaban Kekaisaran Romawi. Pompeii pun dilupakan sejarah, hingga akhirnya
ditemukan pada tahun 1748.
Pasca
ditemukan secara tak sengaja oleh arkeolog di wilayah yang kini bernama
Campania, Tenggara Kota Napoli, Italia, penemuan Kota Pompeii pun mengejutkan
dunia. Sejarah peradaban Pompeii akhirnya terkuak. Satu hal yang paling
menarik, artefak kota maksiat yang terkubur bencana itu tak hanya meninggalkan
bentuk rumah, batu-batuan, dan penggambaran betuk Kota Pompeii. Namun juga
ditemukan puluhan jasad warga Pompeii yang masih utuh!
Mayat-mayat penduduk Pompeii yang terkubur aliran piroklastik
dan lava panas itu berada dalam kondisi utuh karena mengeras, membatu, dan
diawetkan oleh abu vulkanik selama ribuan tahun. Mereka membatu dalam berbagai
posisi yang seronok dan menggambarkan karakteristik pendudukKota Pompeii yang
mengumbar perzinahan.
SInopsis : Allah SWT telah menciptakan 2 insan berbeda yaitu Laki Laki dan Wanita , dimana yang akan berjodoh pasti dipertemukan dengan Allah antara Laki Laki dan Wanita. Jadi tidak ada yang namanya Waria,atau pecinta sesama jenis,atau transgender,atau lesbi. Karena Allah sudah menciptakan kita berpasangan dengan lawan jenis. ya Hanya itu,bukan yang lain. Untuk para LGBT tinggal tunggu saja azabnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar