Rabu, 11 Oktober 2017

Pengetahuan dan Penalaran (Agen Logika)

Pengetahuan dan Penalaran (Agen Logika)



4.1 Pengetahuan Berbasis Agen

Agen Berbasis Pengetahuan, Knowledge Base (KB) menyatakan apa yang “diketahui” oleh si agent Pendekatan deklaratif membangun agent: “beritahu” informasi yang relevan, simpan dalam KB. Agen dapat ditanya (atau bertanya diri sendiri) apa yang sebaiknya dilakukan berdasarkan KB. Maka sebuah agen berbasis pengetahuan harus bisa mereprentasikan world, state, action, dst. Menerima informasi baru (dan meng-update representasinya). Menyimpulkan pengetahuan lain yang tidak eksplisit (hidden property).

Agen Berbasis Pengetahuan atau Knowledge Base (KB) merupakan Himpunan representasi fakta yang diketahui tentang lingkungannya. Tiap fakta disebut sebagai sentence. Fakta tersebut dinyatakan dalam bahasa formal sehingga bisa diolah, menambahkan sentence baru ke KB. Inference Engine merupakan menentukan fakta baru yang dapat diturunkan dari pengetahuan yang sudah ada dalam KB. 

Agen Berbasis Pengetahuan, pilihan representasi berpengaruh terhadap apa yang bisa dilakukan inference engine. Pada pendekatan deklaratif programmer memberitahu agent informasi tentang environment. Kalau informasi kurang, agen bisa melengkapinya sendiri. Jika dibandingkan dengan pendekatan prosedural programmer secara eksplisit memrogram agen untuk bertindak. Sehingga bagaimana jika program tidak benar, maka akan besar kemungkinan menyebabkan kesalahan. 

Agen Berbasis Pengetahuan, permasalahannya adalah bagaimana representasi yang tepat, sehingga ada dua hal yang harus diperhatikan expressive bisa menyatakan fakta tentang environment, Tractable bisa mengolah/ memproses inference engine (dengan cepat). Knowledge merupakan power atau kekuatan dari pemrograman secara deklaratif. Representasi dan penalaran membentuk suatu Intelligence.

4.2 Logika

Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika adalah salah satu cabang filsafat.Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (bahasa Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur.

Ilmu di sini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa diartikan dengan masuk akal.



4.3 Logika Proposi/logika sederhana : sintaks,semantik,inferensi,ekuivalen,validitas.dan satisfibilitas

Ilmu logika lebihmengarah pada bentuk kalimat (sintaks) daripada arti kalimat itu sendiri(semantik). Ilmu logika selalu berhubungan dengan kalimat-kalimat (argument) dan hubungan yang ada diantarakalimat-kalimat tersebut. Argumentasi adalah kumpulan sebuah kesimpulanbeserta fakta-faktanya.

Kesimpulan dikatakan benar apabila merupakanakibat dari fakta-fakta yang diajukan. Apabila semua fakta-fakta yang diajukanberikut kesimpulan adalah benar dan terdapat hubungan logis di antarakeduannya, maka argumentasi tersebut adalah benar atau valid. Akan tetapi,terkadang meskipun fakta-fakta yang diajukan tidak diragukan lagi kebenarannya,bisa saja kesimpulan yang diambil menjadi salah akibat dari cara berfikir yangtidak logis dan akhirnya menyebabkan suatu argumentasi menjadi tidak valid. 

          Dasar Logika Proposisi

-         Proposisi adalah ekspresi yangmengandung variabel (yaitu variableproposisional) berupa pernyataan danoperator (yaitu operator logika) sebagaikonektor.

-         Pernyataan (Statement) adalah kalimatdeklaratif yang memiliki nilai kebenaran (True dan False)
-         Syntactics Rule (AturanSintaktik) adalah aturan yang diperlukan untuk mengkombinasikan antarapropositions dan propositional connectives untuk menghasilkan sentences(kalimat logika). Dapat dibuat alurnya sebagai berikut Propositions + Propositional Connectives à Sentences Propositional connective yang digunakan: Not, And, Or, If-Then,If-Then-Else, dan If-And-Only-If

-         Interpretasi adalah pemberiannilai kebenaran (true atau false) pada setiap symbol proposisi dari suatukalimat logika.

-         Semantic Rule (Aturan Semantik)adalah suatu aturan yang digunakan untuk menentukan “truth value” dari suatusentence.


·         Pengertian Sintak

Sintak  sebuah bahasa berhubungan dengan struktur bahasa. Sebagai contoh, untuk membentuk sebuah kalimat yang valid dalam bahasa kita memakai struktur: [subyek] + [kata kerja] + [kata benda]. Dengan memakai struktur ini, kita bisa membentuk kalimat, sebagai contoh: Saya makan nasi. Dalam hubungannya dengan bahasa pemrograman, kita harus memenuhi sintak (baca: aturan struktur bahasa) agar program dapat berjalan. Sebagai contoh, dalam bahasa BASIC, untuk mengassign sebuah variabel dengan sebuah nilai, kita memakai operand ‘=’, tetapi kalau dalam Pascal, kita pakai ‘:=’. Contoh dalam BASIC: a=1, tapi dalam bahasa Pascal, a:=1..
Atau jika lebih spesifik lagi sintak dapat diartikan aturan-aturan peng-code-an struktur suatu bahasa pemograman, ibarat grammar dalam berbahasa Inggris. Setiap jenis bahasa pemograman mempunyai aturan sintak yang berbeda.


·         Pengertian Semantik

Semantik sebuah bahasa menggambarkan hubungan antara sintak dan model komputasi. Sederhananya, semantik menjelaskan arti dari program. Analoginya sebagai berikut. Apabila kita memakai sintak [subyek] + [kata kerja] + [kata benda], kita bisa menghasilkan kalimat-kalimat.
Apabila kita mengasilkan kalimat Saya makan nasi, maka kalimat ini memenuhi aturan sintak. Tapi, apabila saya membuat kalimat Saya makan batu, secara sintak kalimat ini sudah benar. Namun, secara semantik, kalimat ini tidak mengandung makna yang berarti.





4.4 Pola penalaran (reasoning pattern) pada logika proporsi : resolusi,backward & forward chaining.

Chain (rantai) : perkalian inferensi yangmenghubung-kan suatu permasalahan dengansolusinya.

•Forward chaining :
 Suatu rantai yang dicari atau dilewati/dilintasi darisuatu permasalahn untuk memperoleh solusi. –Penalaran dari fakta menuju konklusi yang terdapatdari fakta.

•Backward chaining :
 Suatu rantai yang dilintasi dari suatu hipotesakembali ke fakta yang mendukung hipotesatersebut. –Tujuan yang dapat dipenuhi dengan pemenuhansub tujuannya.

4.5 inferensi proposi yang efektif : algortima backtracking,algoritma pencarian lokal


Algoritma Backtraking

Algoritma backtracking merupakan salah satu metode pemecahan masalah yang termasuk dalam strategi yang berbasis pencarian pada ruang status. Algoritma backtracking bekerja secara rekursif dan melakukan pencarian solusi persoalan secara sistematis pada semua kemungkinan solusi yang ada. Oleh karena algoritma ini berbasis pada algoritma Depth-First Search (DFS), maka pencarian solusi dilakukan dengan menelusuri struktur berbentuk pohon berakar secara preorder. Algoritma backtracking merupakan bentuk tipikal  dari algoritma rekursif.Saat ini algoritma backtracking banyak diterapkan untuk program games (seperti permainan tic-tac-toe, menemukan jalan keluar dalam sebuah labirin, catur, dll) dan masalah-masalah  pada bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence).

4.6 agen berbasis logika prposisi

Agen logika merupakan agen yang memiliki kemampuan bernalar secara logika.Ketika beberapa solusi tidak secara eksplisit diketahui, maka diperlukan suatu agen berbasis logika.Logika sebagai Bahasa Representasi Pengetahuan memiliki kemampuan untuk merepresentasikan fakta sedemikian sehingga dapat menarik kesimpulan (fakta baru, jawaban).Sedangkan pengetahuan merupakan komponen yang penting, sehingga terdapat perbedaan jika diterapkan pada dua agent, yakni problem solving agent dan knowledge-based agent.













Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar