Pengetahuan dan Penalaran (Agen Logika)
4.1 Pengetahuan Berbasis Agen
Agen Berbasis Pengetahuan,
Knowledge Base (KB) menyatakan apa yang “diketahui” oleh si agent Pendekatan
deklaratif membangun agent: “beritahu” informasi yang relevan, simpan dalam KB.
Agen dapat ditanya (atau bertanya diri sendiri) apa yang sebaiknya dilakukan
berdasarkan KB. Maka sebuah agen berbasis pengetahuan harus bisa
mereprentasikan world, state, action, dst. Menerima informasi baru (dan
meng-update representasinya). Menyimpulkan pengetahuan lain yang tidak
eksplisit (hidden property).
Agen Berbasis
Pengetahuan atau Knowledge Base (KB) merupakan Himpunan representasi fakta yang
diketahui tentang lingkungannya. Tiap fakta disebut sebagai sentence. Fakta
tersebut dinyatakan dalam bahasa formal sehingga bisa diolah, menambahkan
sentence baru ke KB. Inference Engine merupakan menentukan fakta baru yang
dapat diturunkan dari pengetahuan yang sudah ada dalam KB.
Agen Berbasis Pengetahuan,
pilihan representasi berpengaruh terhadap apa yang bisa dilakukan inference
engine. Pada pendekatan deklaratif programmer memberitahu agent informasi
tentang environment. Kalau informasi kurang, agen bisa melengkapinya sendiri.
Jika dibandingkan dengan pendekatan prosedural programmer secara eksplisit
memrogram agen untuk bertindak. Sehingga bagaimana jika program tidak benar,
maka akan besar kemungkinan menyebabkan kesalahan.
Agen Berbasis Pengetahuan,
permasalahannya adalah bagaimana representasi yang tepat, sehingga ada dua hal
yang harus diperhatikan expressive bisa menyatakan fakta tentang environment,
Tractable bisa mengolah/ memproses inference engine (dengan cepat). Knowledge
merupakan power atau kekuatan dari pemrograman secara deklaratif. Representasi
dan penalaran membentuk suatu Intelligence.
4.2 Logika
Logika berasal dari
kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil
pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam
bahasa. Logika adalah salah satu cabang filsafat.Sebagai
ilmu, logika disebut dengan logike episteme (bahasa
Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan)
yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur.
Ilmu di sini mengacu pada
kemampuan rasional untuk
mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan
pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa
diartikan dengan masuk akal.
4.3 Logika Proposi/logika sederhana : sintaks,semantik,inferensi,ekuivalen,validitas.dan
satisfibilitas
Ilmu logika lebihmengarah pada
bentuk kalimat (sintaks) daripada arti kalimat itu sendiri(semantik). Ilmu
logika selalu berhubungan dengan kalimat-kalimat (argument) dan hubungan yang
ada diantarakalimat-kalimat tersebut. Argumentasi adalah kumpulan sebuah
kesimpulanbeserta fakta-faktanya.
Kesimpulan dikatakan benar
apabila merupakanakibat dari fakta-fakta yang diajukan. Apabila semua
fakta-fakta yang diajukanberikut kesimpulan adalah benar dan terdapat hubungan
logis di antarakeduannya, maka argumentasi tersebut adalah benar atau valid.
Akan tetapi,terkadang meskipun fakta-fakta yang diajukan tidak diragukan lagi
kebenarannya,bisa saja kesimpulan yang diambil menjadi salah akibat dari cara
berfikir yangtidak logis dan akhirnya menyebabkan suatu argumentasi menjadi
tidak valid.
Dasar
Logika Proposisi
- Proposisi
adalah ekspresi yangmengandung variabel (yaitu variableproposisional) berupa
pernyataan danoperator (yaitu operator logika) sebagaikonektor.
- Pernyataan
(Statement) adalah kalimatdeklaratif yang memiliki nilai kebenaran (True dan
False)
- Syntactics
Rule (AturanSintaktik) adalah aturan yang diperlukan untuk mengkombinasikan
antarapropositions dan propositional connectives untuk menghasilkan
sentences(kalimat logika). Dapat dibuat alurnya sebagai berikut Propositions +
Propositional Connectives à Sentences Propositional connective yang digunakan:
Not, And, Or, If-Then,If-Then-Else, dan If-And-Only-If
- Interpretasi
adalah pemberiannilai kebenaran (true atau false) pada setiap symbol proposisi
dari suatukalimat logika.
- Semantic
Rule (Aturan Semantik)adalah suatu aturan yang digunakan untuk menentukan
“truth value” dari suatusentence.
·
Pengertian Sintak
Sintak sebuah bahasa
berhubungan dengan struktur bahasa. Sebagai contoh, untuk membentuk sebuah
kalimat yang valid dalam bahasa kita memakai struktur: [subyek] + [kata kerja]
+ [kata benda]. Dengan memakai struktur ini, kita bisa membentuk kalimat,
sebagai contoh: Saya makan nasi. Dalam hubungannya dengan bahasa
pemrograman, kita harus memenuhi sintak (baca: aturan struktur bahasa) agar
program dapat berjalan. Sebagai contoh, dalam bahasa BASIC, untuk
mengassign sebuah variabel dengan sebuah nilai, kita memakai operand ‘=’,
tetapi kalau dalam Pascal, kita pakai ‘:=’. Contoh dalam BASIC:
a=1, tapi dalam bahasa Pascal, a:=1..
Atau jika lebih spesifik lagi sintak dapat diartikan
aturan-aturan peng-code-an struktur suatu bahasa pemograman, ibarat grammar
dalam berbahasa Inggris. Setiap jenis bahasa pemograman mempunyai aturan sintak
yang berbeda.
·
Pengertian Semantik
Semantik sebuah bahasa
menggambarkan hubungan antara sintak dan model komputasi. Sederhananya,
semantik menjelaskan arti dari program. Analoginya sebagai berikut. Apabila
kita memakai sintak [subyek] + [kata kerja] + [kata benda], kita bisa
menghasilkan kalimat-kalimat.
Apabila kita mengasilkan
kalimat Saya makan nasi, maka kalimat ini memenuhi aturan sintak. Tapi,
apabila saya membuat kalimat Saya makan batu, secara sintak kalimat ini
sudah benar. Namun, secara semantik, kalimat ini tidak mengandung makna yang
berarti.
4.4 Pola penalaran (reasoning pattern) pada logika proporsi
: resolusi,backward & forward chaining.
Chain (rantai) : perkalian inferensi yangmenghubung-kan
suatu permasalahan dengansolusinya.
•Forward chaining :
Suatu rantai yang dicari atau dilewati/dilintasi
darisuatu permasalahn untuk memperoleh solusi. –Penalaran dari fakta
menuju konklusi yang terdapatdari fakta.
•Backward chaining :
Suatu rantai yang dilintasi dari suatu hipotesakembali
ke fakta yang mendukung hipotesatersebut. –Tujuan yang dapat dipenuhi
dengan pemenuhansub tujuannya.
4.5 inferensi proposi yang efektif : algortima
backtracking,algoritma pencarian lokal
Algoritma Backtraking
Algoritma backtracking merupakan
salah satu metode pemecahan masalah yang termasuk dalam strategi yang berbasis
pencarian pada ruang status. Algoritma backtracking bekerja secara rekursif dan
melakukan pencarian solusi persoalan secara sistematis pada semua
kemungkinan solusi yang ada. Oleh karena algoritma ini berbasis pada algoritma
Depth-First Search (DFS), maka pencarian solusi dilakukan dengan menelusuri
struktur berbentuk pohon berakar secara preorder. Algoritma backtracking
merupakan bentuk tipikal dari algoritma rekursif.Saat ini algoritma
backtracking banyak diterapkan untuk program games (seperti permainan
tic-tac-toe, menemukan jalan keluar dalam sebuah labirin, catur, dll) dan
masalah-masalah pada bidang kecerdasan buatan (artificial
intelligence).
4.6 agen berbasis logika prposisi
Agen logika merupakan agen yang
memiliki kemampuan bernalar secara logika.Ketika beberapa solusi tidak secara
eksplisit diketahui, maka diperlukan suatu agen berbasis logika.Logika sebagai
Bahasa Representasi Pengetahuan memiliki kemampuan untuk merepresentasikan
fakta sedemikian sehingga dapat menarik kesimpulan (fakta baru,
jawaban).Sedangkan pengetahuan merupakan komponen yang penting, sehingga
terdapat perbedaan jika diterapkan pada dua agent, yakni problem solving agent
dan knowledge-based agent.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar